Tampilkan postingan dengan label bumbu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bumbu. Tampilkan semua postingan

Talenan Bisa Sebabkan Kontaminasi Bakteri


Talenan Bisa Sebabkan Kontaminasi Bakteri

Talenan atau papan pemotong ternyata salah satu penyebar bakteri dalam proses memasak.

Talenan merupakan sumber bakteri dan kuman yang tak tampak karena biasa digunakan untuk memotong berbagai macam bahan mulai dari daging, sayur, sampai bumbu.

“Alat ini bisa jadi sumber penyebar bakteri dari satu bahan ke bahan lain,” tukas Wanda Gunawan, Executive Sous Chef Intercontinental Jakarta Midplaza, kepada Kompas Female, beberapa waktu lalu.
Penyebaran bakteri dan kuman, atau biasa disebut sebagai kontaminasi, perlu diwaspadai karena bisa menyebabkan penumpukan bakteri di dalam suatu bahan makanan, dan bisa menyebabkan sakit perut. Untuk menghindari terjadinya hal ini, sebaiknya cuci dulu talenan yang akan digunakan. “Cuci talenan dengan sabun cuci sampai bersih dan keringkan, baru gunakan untuk memotong bahan lainnya,” tambah Wanda. Namun, jika bumbu atau bahan masakan langsung dimasak saat itu juga, talenan tidak perlu dibersihkan.
Mencuci talenan tak hanya dibutuhkan saat memotong bahan makanan yang berlainan, tetapi juga untuk jenis bahan yang sama. “Misalnya ketika memotong daging sapi dalam jumlah banyak, maka talenan juga harus dibersihkan karena terdapat banyak bakteri yang menumpuk dari daging yang dipotong sebelumnya,” ungkapnya.
Ketika memotong bahan yang sama, batas waktu maksimal yang bisa digunakan untuk mengganti atau mencuci talenan ini adalah dua jam. “Setiap dua jam harus dicuci atau diganti. Sekarang ini lebih mudah untuk menggunakan talenan dengan pembedaan warna untuk bahan makanan tertentu. Misalnya talenan warna merah khusus untuk daging, hijau untuk sayuran,” sarannya
sumber : Talenan Bisa Sebabkan Kontaminasi Bakteri

Jahe Dapat Mengurangi Risiko Kanker Kolorektal



Jahe (Zingiber officinale) adalah tanaman obat asli Asia dari rumpun batang semu. Manfaat Jahe yang sangat baik bagi kesehatan membuat tanaman ini terkenal hingga ke India, Jamaika, Australia, Cina, dan hampir di seluruh penjuru dunia.

Selain sebagai campuran bumbu untuk masakan dan berkhasiat untuk menghangatkan tubuh, Di balik rasanya yang pedas, Jahe banyak mengandung zat-zat yang berguna bagi tubuh manusia.

Jahe bisa mengurangi peradangan usus dan membantu mengurangi risiko kanker kolorektal, menurut sebuah studi baru. Para peneliti menemukan bahwa peserta studi yang mengonsumsi suplemen Jahe mengalami penurunan 28 persen dalam satu ukuran peradangan kolorektal jika dibandingkan dengan mereka yang meminum plasebo.

Penelitian ini juga telah menunjukkan bahwa orang dengan tingkat peradangan pada dubur yang lebih tinggi lebih mungkin untuk mengembangkan lesi yang dapat berkembang menjadi kanker.
Namun, para peneliti mencatat bahwa studi ini masil berskala kecil karena hanya melibatkan 30 peserta. Maka itu, penelitian lebih lanjut diperlukan guna mengetahui manfat Jahe pada risiko kanker. “Tapi hasil ini terlihat menjanjikan,” kata Patricia Thompson, seorang profesor kedokteran seluler dan molekuler di University of Arizona Cancer Center, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, seperti dikutip dari Fox News.
Sementara itu, Suzanna Zick, asisten peneliti dari University of Michigan Medical School mengatakan bahwa diperlukan percobaan yang lebih besar untuk menguatkan temuan studinya dan menjawab sejumlah pertanyaan.
Secara khusus, penelitian di masa depan diperlukan untuk mengetahui bagaimana Jahe dapat mengurangi kadar PGE2 pada dubur. Jika Jahe mampu bertindak untuk mengurangi peradangan dengan cara yang sama seperti halnya obat COX-2 inhibitor, berarti juga dapat berbagi manfaat dalam menemukan obat bagi mereka yang berisiko tinggi mengidap penyakit kardiovaskular.
“Kami juga tidak tahu berapa banyak Jahe yang dibutuhkan seseorang untuk mengurangi risiko kanker mereka,” Dalam studi tersebut, para peneliti merekomendasikan 2 gram ekstrak Jahe yang setara dengan sekitar 20 gram Jahe mentah karena uji coba terakhir menunjukkan bahwa dosis itu paling sesuai untuk orang sehat. Studi ini telah diterbitkan dalam jurnal Cancer Prevention Research.

Jahe Dapat Mengurangi Risiko Kanker Kolorektal

Jahe (Zingiber officinale) adalah tanaman obat asli Asia dari rumpun batang semu. Manfaat Jahe yang sangat baik bagi kesehatan membuat tanaman ini terkenal hingga ke India, Jamaika, Australia, Cina, dan hampir di seluruh penjuru dunia.

Selain sebagai campuran bumbu untuk masakan dan berkhasiat untuk menghangatkan tubuh, Di balik rasanya yang pedas, Jahe banyak mengandung zat-zat yang berguna bagi tubuh manusia.

Jahe bisa mengurangi peradangan usus dan membantu mengurangi risiko kanker kolorektal, menurut sebuah studi baru. Para peneliti menemukan bahwa peserta studi yang mengonsumsi suplemen Jahe mengalami penurunan 28 persen dalam satu ukuran peradangan kolorektal jika dibandingkan dengan mereka yang meminum plasebo.

Penelitian ini juga telah menunjukkan bahwa orang dengan tingkat peradangan pada dubur yang lebih tinggi lebih mungkin untuk mengembangkan lesi yang dapat berkembang menjadi kanker.
Namun, para peneliti mencatat bahwa studi ini masil berskala kecil karena hanya melibatkan 30 peserta. Maka itu, penelitian lebih lanjut diperlukan guna mengetahui manfat Jahe pada risiko kanker. “Tapi hasil ini terlihat menjanjikan,” kata Patricia Thompson, seorang profesor kedokteran seluler dan molekuler di University of Arizona Cancer Center, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, seperti dikutip dari Fox News.
Sementara itu, Suzanna Zick, asisten peneliti dari University of Michigan Medical School mengatakan bahwa diperlukan percobaan yang lebih besar untuk menguatkan temuan studinya dan menjawab sejumlah pertanyaan.
Secara khusus, penelitian di masa depan diperlukan untuk mengetahui bagaimana Jahe dapat mengurangi kadar PGE2 pada dubur. Jika Jahe mampu bertindak untuk mengurangi peradangan dengan cara yang sama seperti halnya obat COX-2 inhibitor, berarti juga dapat berbagi manfaat dalam menemukan obat bagi mereka yang berisiko tinggi mengidap penyakit kardiovaskular.
“Kami juga tidak tahu berapa banyak Jahe yang dibutuhkan seseorang untuk mengurangi risiko kanker mereka,” Dalam studi tersebut, para peneliti merekomendasikan 2 gram ekstrak Jahe yang setara dengan sekitar 20 gram Jahe mentah karena uji coba terakhir menunjukkan bahwa dosis itu paling sesuai untuk orang sehat. Studi ini telah diterbitkan dalam jurnal Cancer Prevention Research.
Sumber : jahe dapat mengurangi risiko kanker kolorektal